<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fotografi &#38; Videografi</title>
	<atom:link href="http://www.dariman.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dariman.info</link>
	<description>Bagaimana Mata Melihat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2010 12:48:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apa dan bagaimana proses pembuatan fotonovela ?</title>
		<link>http://www.dariman.info/apa-dan-bagaimana-proses-pembuatan-fotonovela/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/apa-dan-bagaimana-proses-pembuatan-fotonovela/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 12:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Organik]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6914</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu, bahkan sudah lebih dari sebulan yang lalu. Sengaja saya shere berita tentang Fotonovela “Hidup Berdaya di Kampung Halaman” masuk 5 Terbaik Kompetisi STOS Film Festival 2010, yang dimuat dibeberapa situs atau blog seperti http://indipt.org, http://wongbumen.info, http://stosfestival.org, dan Kompas Online. Shere tersebut ternyata mendapat respon dan tanggapan dari beberapa kawan, yang intinya ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu, bahkan sudah lebih dari sebulan yang lalu. Sengaja saya shere berita tentang Fotonovela “Hidup Berdaya di Kampung Halaman” masuk 5 Terbaik Kompetisi STOS Film Festival 2010, yang dimuat dibeberapa situs atau blog seperti <a href="http://indipt.org/kampungjagad/2010/01/23/fotonovela-hidup-berdaya-di-kampung-halaman-masuk-5-terbaik-kompetisi-stos-film-festival-2010/">http://indipt.org</a>, <a href="http://wongbumen.info/2010/01/23/karya-fotonovela-dariman-meraih-5-terbaik-stos-film-festival-2010/">http://wongbumen.info,</a><a href="http://www.stosfestival.org/home-mainmenu-1/news/108-pengumuman-pemenang-lima-karya-terbaik-kompetisi-fotonovela.html"> http://stosfestival.org</a>, dan <a href="http://oase.kompas.com/read/2010/01/21/23334331/Lima.Fotonovela.Terbaik.StoS.Film.Festival.2010">Kompas Online</a>. Shere tersebut ternyata mendapat respon dan tanggapan dari beberapa kawan, yang intinya ingin tahu tentang fotonovela. “Sebenarnya fotonovela itu apa sih? “ tanya salah satu kawan dalam dinding Facebook. “Ya, dan hasil karyanya mana, bisakah aku melihatnya ?”, tanya kawan lainnya. Dan ada yang tanya sekaligus merayu,”Gimana sih, ajarin aku dong&#8230;&#8230;.”. He he he he he&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Oke, terkait karya Fotonovela “Hidup Berdaya di Kampung Halaman”, kawan-kawan bisa lihat disitus http://indipt.org kolom <a href="http://www.youtube.com/indipt">INDIPT WEB TV,</a> karya Fotonovela sudah ada disitu. Lalu bagaiman cara bikinnya, dan fotonovela itu apa, nanti dijelaskan lebih lanjut.</p>
<p><strong>Apa fotonovela ?</strong><br />
Fotonevela merupakan sebuah karya yang berupa rangkaian foto yang dilengkapi dengan teks cerita, dan fotonovela merupakan salah satu media alternatif yang menarik, baik dalam bentuk audiovisual atau cetak, yang bisa digunakan untuk menunjukkan kepedulian dan penyadaran publik. Fotonovela memiliki nilai lebih, karena berupa potret realitas nyata, dan relatih lebih mudah dibuat.</p>
<p>Dari namanya sudah jelas, fotonovela, berarti foto dan novel yang digabung jadi satu. Fotonovela hampir mirip dengan komik, yang membedakan hanya pada objek gambar. Dan fotonovela juga tidak jauh beda dengan foto-foto lain seperti foto essay, foto jurnalistik, booklet, dan lainnya. Walau demikian, di Indonesia nama fotonovela masih terasa baru.</p>
<p>Dalam perkembangannya, Fotonovela telah menjadi alat atau media untuk melakukan pendidikan, advokasi publik, penyadaran, proses diskusi, dan peningkatan motivasi untuk berbagai isu seperti gender, budaya, lingkungan dan masih banyak lagi. Banyaknya gambar yang disajikan, dan sedikit teks, membuat jenis media seperti ini mengundang publik untuk membaca, dan memahami makna Fotonovela. Sehingga, pesan atau isu yang akan disampaikan dapat dengan mudah diterima penonton atau pembaca.</p>
<p>Seperti karya fotonovela “Hidup Berdaya di Kampung Halaman”, yang digarap bareng anak-anak sekolah komunitas Kampung JagaD, didukuh Gandu, desa Tanjungsari, Kec. Petanahan, Kab. Kebumen. Pesan dalam karya fotonovela tersebut bahwa, anak-anak adalah generasi masa depan, dari mereka kita berharap bumi yang lebih baik. Apa yang dilakukan anak-anak sekolah komunitas Kampung JagaD, merupakan aktifitas nyata, dengan harapan dapat menginspirasi penonton atau pembaca untuk bersama menjaga kesetabilan jagad ini. Semangat bersama menjaga lingkungan. Lebih jelasnya, bisa dilihat langsung di <a href="http://indipt.org">http://indipt.org</a></p>
<p><strong>Bagaimana proses dan cara bikin fotonovela ?</strong><br />
Diatas sudah disinggung, bahwa fotonovela merupakan aktifitas nyata dengan harapan menginspirasi sasaran penonton atau pembaca. Jadi, foto-foto yang akan dirangkai menjadi sebuah karya fotonovela harus diambil dari aktifitas nyata masyarakat luas atau komunitas tertentu.</p>
<p>1.Rencanakan<br />
Langkah awal sebelum proses pembuatan fotonovela tentunya perencanaan, yang meliputi beberapa pertanyaan.. Misalnya isu apa yang akan disampaikan kepada penonton atau pembaca, lebih tepatnya menentukan tema. Lalu siapa yang akan melakukan, dan siapa yang akan menjadi sasaran objek foto ? Itu juga harus disiapkan dan diperjelas. Dan dimana lokasinya ? Yang terakhir, siapa dan dimana sasaran penonton atau pembacanya.</p>
<p>2. Persiapan<br />
Ketika semua sudah terencanakan dengan baik dan jelas, baik tema, objek foto, yang melakukan, tempat, sasaran penonton atau pembaca. Langkah selanjutnya mempersiapkan apa yang telah ditentukan pada no.1 diatas tadi, dan sekaligus peralatan pendukungnya. </p>
<p>Misal tema yang akan diangkat tentang keluarga, dengan judul “membangun komunikasi dalam keluarga”, itu misal. Siapa yang akan jadi objek dalam keluarga itu ? Misal keluarga pak Dulah. Siapa yang akan melakukan ? Misal anda sendiri yang akan memotret hingga merangkai. Dimana tempatnya ? Misal dirumah pak Dulah, desa Dampar Kencana, Kec. Blandongan, Kab. Canthor. Lalu siapa dan dimana sasaran penontonnya ? Misal, sasaran penonton adalah para keluarga, atau remaja, atau siapa. Dimana sasaran tinggal ? Misal fotonovela yang kawan-kawan akan buat akan digunakan atau ditunjukan disuatu tempat terpencil, yang kurang mendukung adanya teknologi elektronik, maka bisa menggunakan fotonovela versi cetak. Atau versi elektronik seperti video, aplikasi power point, dan sebagainya.</p>
<p>Setelah itu, peralatan pendukung yang harus disiapkan apa ? Misal buku modul menejemen keuangan keluarga (MKK) sebagai alat untuk membangun komunikasi dalam keluarga, itu misal. Atau dengan cara lain, silahkan ditentukan dan disiapkan.</p>
<p>3. Alat<br />
Untuk menjadi sebuah karya fotonovela, tentunya butuh alat teknologi elektronik. Seperti kamera, ini sudah tentu pasti dan harus, masalah jenis kameranya bebas, bisa kamera biasa (rol film) atau kamera pocet. Komputer dengan program edit image dan sejenisnya. Lalu printer jika dibutuhkan.</p>
<p>4. Proses pembuatan fotonovela<br />
Proses membuat fotonovela sebenarnya sederhana. Pertama yang perlu dilakukan membuat alur cerita, ketika tema sudah ditentukan, maka alur cerita akan lebih mudah untuk dibuat. Apa yang akan ditekankan dalam fotonovela yang anda buat ?</p>
<p>Kedua mulai melakukan pemotretan, hal ini akan sangat mudah ketika tema dan alur cerita sudah jelas. Dan jangan sampai ada perasaan ragu untuk pengambilan gambar, bisa diulang beberapa kali jika gambar yang dihasilkan belum sesuai dengan yang diharapkan. </p>
<p>Ketiga pemilihan gambar atau pengelompokan hasil jepretan, bagaimana ekspresi objek dalam gambar sesuai tema dan alur cerita. Jika butuh pengeditan gambar, langsung diedit saja.</p>
<p>Keempat menggabungkan gambar dengan teks atau pengemasan. Adakalanya teks berupa sebuah dialog dalam gambar, adakalanya juga teks tersebut sebuah keterangan tempat, waktu, atau yang lainnya yang perlu dimunculkan dalam rangkaian fotonovela. Sehingga rangkaian gambar tersebut akan lebih kuat, tegas, dan menjelaskan.</p>
<p>Langkah selanjutnya tinjau kembali hasil rangkaian fotonovela yang telah anda rangkai, sebelum karya anda benar-benar selesai dan siap untuk media kampanye, pendidikan, presentasi, dan sebagainya. Dalam putar balik, ajak beberapa kawan atau orang untuk mereview hasil fotonovela anda, bagaimana tanggapan kawan anda. Jika perlu diperbaharui, langsung saja lakukan pembaharuan, itu jika diperlukan.</p>
<p>Yang terakhir yang perlu dilakukan finishing dan distribusi atau penyampaian karya fotonovela yang anda buat, bisa cetak atau elektronik, disesuaikan dengan sasaran penonton atau pembaca. Ketika hasil karya fotonovela anda sudah benar-benar jadi, baik cetak atau elektronik, selanjutnya bagaimana agar karya anda benar-benar tepat sasaran dan gagasan anda bisa tersampaikan dan diterima oleh penonton atau pembaca. Jadi, karya fotonovela yang anda buat benar-benar bermanfaat dan menginspirasi masyarakat secara luas.</p>
<p>Selamat mencoba dan semoga berhasil. Dan perlu diingat, cara ini hanya untuk pelaku atau yang praktek langsung. Akan berbeda jika yang melakukan adalah komunitas, butuh pendampingan dan pengantar-pengantar terlebih dulu, untuk menyamakan pandangan atau tujuan. Makasih</p>
<p><strong>Salam<br />
Dariman</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/apa-dan-bagaimana-proses-pembuatan-fotonovela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua buku &#8220;Video&#8221; dari kang Tajib</title>
		<link>http://www.dariman.info/dua-buku-video-dari-kang-tajib/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/dua-buku-video-dari-kang-tajib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 04:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alat]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[videografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6910</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu lalu, malam-malam saya disms oleh kang Tajib. Isi sms itu seperti ini,&#8221; Buku tentang bikin video ada dirumah, bisa diambil,&#8221;. Sms itu kelanjutan dari kabar sebelumnya &#8220;Dar, bikin film yang bagus. Ini aku belikan buku tentang video komunitas,&#8221; kabar dua hari sebelum dia pulang dari Yogya.
Malam itu, langsung aja saya meluncur kerumahnya, dan sampainya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seminggu lalu, malam-malam saya disms oleh kang Tajib. Isi sms itu seperti ini,&#8221; Buku tentang bikin video ada dirumah, bisa diambil,&#8221;. Sms itu kelanjutan dari kabar sebelumnya &#8220;Dar, bikin film yang bagus. Ini aku belikan buku tentang video komunitas,&#8221; kabar dua hari sebelum dia pulang dari Yogya.</p>
<p>Malam itu, langsung aja saya meluncur kerumahnya, dan sampainya dirumah, dua buku itu sudah disiapkan diatas meja. Suasana rumah kang Tajib terlihat sepi, sunyi, hanya terdengar alunan lagu lirih. Rupanya adik iparnya yang ada dirumah. Buku itu berjudul &#8220;Video Komunitas dan video for Change&#8221;. Sesekali buku itu ku bolak-balik, &#8220;dilihat dari sampulnya kelihatan menarik, isinya pasti lebih menarik&#8221; bisik dalam batinku sebelum membuka kedua buku itu.</p>
<p><img src="http://www.dariman.info/wp-content/uploads/2010/02/buku-video-komunitas-1024x768.jpg" alt="buku-video-komunitas" title="buku-video-komunitas" width="550" height="" class="alignleft size-large wp-image-6911" /></p>
<p>Melihat judul kedua buku itu, tak sabar rasanya ingin segera menyelami didalamnya. Ya, sambil menunggu kang Tajib, dengan malu-malu berlahan buku itu mulai ku belai. Nah&#8230;&#8230;. ini dia, sebuah buku inspiratif. Bukan sekedar buku yang menyajikan cara bikin film, atau teknis pembuatan film. Baru beberapa lembar menyiimak buku itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari depan rumah. Oow, ternyata kang Tajib dan anak istrinya sudah pulang. Katanya sih keluar nyari jamu sekalian nganter istrinya nyari sesuatu untuk kebutuhan anaknya.</p>
<p>Sepertinya sedikit lupa, apakah malam itu saya sudah mengucapkan terimakasih atau belum, soalnya saking senengnya dikasih oleh-oleh itu, he he he he he he&#8230;&#8230;.. Dari tarian jari ini, dan pada kesempatan ini, ku ucapkan terimakasih atas oleh-olehnya. Semoga dua buku itu menginspirasi dalam aktifitas proses belajarku di dunia video. Dan kedepan dapat menghasilkan karya-karya yang lebih baik, inspiratif, dan lebih mengena.</p>
<p>Beberapa hari ini, setelah sedikit membaca buku itu (ya, karena belum selesai bacanya, he he he he&#8230;..). Semakin sadar bahwa film-film yang pernah ku buat, jauh dari tujuan harapan dan kaidah video. Dengan oleh-oleh itu, saya harus ngomong apa ? cukupkah dengan kata-kata &#8220;Terimakasih&#8221; ?</p>
<p>Akan ku persembahkan karya-karya film yang lebih baru untuk-nya, walau pun itu hasil rekaman lama. Dengan penambahan bekal pengetahuan dari dua buku itu, semoga kedepan bisa merangkai gambar-gambar yang lebih terbaca. Amin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/dua-buku-video-dari-kang-tajib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang kampung masuk ibu kota</title>
		<link>http://www.dariman.info/orang-kampung-masuk-ibu-kota/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/orang-kampung-masuk-ibu-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 15:31:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6903</guid>
		<description><![CDATA[
Wahhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Jakarta, gedungnya bertingkat tinggi banget&#8230;&#8230;jalannya juga lebar banget, tapi kok masih sering macet ya&#8230;? 
Akhirnya, sampai juga di Jakarta, he he he he he&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; dimana ya tempat acara penutupan Stos festival film 2010 ? liat jalannya aja sudah pusing,  apa bisa nyampai sana ya&#8230;&#8230;..?
Kucari-cari alamat ini, &#8220;Goe the Haus,  Jl. Sam Ratulangi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2683/4327871274_7cfc9a6cf9.jpg" alt="1" /></p>
<p>Wahhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Jakarta, gedungnya bertingkat tinggi banget&#8230;&#8230;jalannya juga lebar banget, tapi kok masih sering macet ya&#8230;? </p>
<p>Akhirnya, sampai juga di Jakarta, he he he he he&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; dimana ya tempat acara penutupan Stos festival film 2010 ? liat jalannya aja sudah pusing,  apa bisa nyampai sana ya&#8230;&#8230;..?</p>
<p>Kucari-cari alamat ini, <em>&#8220;Goe the Haus,  Jl. Sam Ratulangi No. 9 &#8211; 15, Menteng Jakarta Pusat&#8221;</em>. Semoga cepat sampai dilokasi, dan selamat sampai tujuan, he he he he he&#8230;&#8230;&#8230;.. kaya pesen si pengamen tadi, waktu di bus kota, he he he he&#8230;&#8230;</p>
<p>Sepertinya sudah hampir sampai nih, sudah masuk wilayah Menteng, kemana lagi ya&#8230;&#8230;&#8230; ?</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4023/4327871258_a5b04ef919.jpg" alt="2" /></p>
<p>Baru sampai, langsung pasang polah&#8230;.berpose dibawah sepanduk, yang dipajang dihalaman lokasi Goe the haus. Mrenges-mrenges saking senangnya, senang karena tidak kesasar, juga senang bisa kenalan banyak kawan, ya kenalan darat lah, soalnya terlalu sering kenalan maya, he he he he he he&#8230;..Maklum, orang kampung masuk ibu kota, he he he he he&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ya sudah, saya masuk kedalam dulu ya&#8230;&#8230;&#8230; sampai nanti, ada apa lagi didalam nih&#8230;.?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/orang-kampung-masuk-ibu-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fotonovela &#8220;Hidup Berdaya di Kampung Halaman&#8221; masuk 5 besar Stos festival film 2010</title>
		<link>http://www.dariman.info/fotonovela-hidup-berdaya-di-kampung-halaman-masuk-5-besar-stos-festival-film-2010/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/fotonovela-hidup-berdaya-di-kampung-halaman-masuk-5-besar-stos-festival-film-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 14:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6898</guid>
		<description><![CDATA[Alkhamdulillah kawan, akhirnya saya bisa meraih penghargaan ini. Sebuah pengakuan publik terhadap karyaku. Beberapa hari lalu, saya mendapat email dari panitia kompetisi Stos festival film 2010, bahwa karyaku masuk lima besar karya terbaik ,dalam kompetisi tersebut. Berita selengkapnya silahkan klik disini aja.
Oh iya kawan, terkait hasil karya itu nanti akan saya publis dihalaman lain dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkhamdulillah kawan, akhirnya saya bisa meraih penghargaan ini. Sebuah pengakuan publik terhadap karyaku. Beberapa hari lalu, saya mendapat email dari panitia kompetisi Stos festival film 2010, bahwa karyaku masuk lima besar karya terbaik ,dalam kompetisi tersebut. <a href="http://indipt.org/kampungjagad/2010/01/23/fotonovela-hidup-berdaya-di-kampung-halaman-masuk-5-terbaik-kompetisi-stos-film-festival-2010/">Berita selengkapnya silahkan klik disini aja.</a></p>
<p>Oh iya kawan, terkait hasil karya itu nanti akan saya publis dihalaman lain dan diwaktu yang lain pula he he he he &#8230;&#8230;, soalnya saya harus berangkat ke Jakarta memenuhi undangan dari pantia Stos, utuk acara penutupan festival film Stos 2010, sekaligus pengumuman the best inspiring. Kabar berikutnya nanti saya tulis <a href="http://www.dariman.info/category/blog/">dikolom blog</a></p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3584/3653982878_fbe994f658.jpg" alt="1" /></p>
<p>Gambar diatas adalah objek atau pelaku dalam karya yang saya buat. Dan yang lebih penting bahwa, cerita dalam fotonovela tersebut merupakan upaya atau aktifitas nyata yang dilakukan oleh <a href="http://indipt.org/kampungjagad">anak-anak komunitas kampung jagad</a></p>
<p>Oke kawan, semoga &#8220;Hidup Berdaya di Kampung Halaman&#8221; meraih the best inspiring tersebut. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/fotonovela-hidup-berdaya-di-kampung-halaman-masuk-5-besar-stos-festival-film-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lamaran itu harus diralat&#8230;..</title>
		<link>http://www.dariman.info/lamaran-itu-harus-diralat/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/lamaran-itu-harus-diralat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 06:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6889</guid>
		<description><![CDATA[Huuuaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Pagi ini kok ngantuk banget yaa&#8230;&#8230;&#8230;..
Semalam habis begadang menemani Sisul, tapi ya tetap saja jadi pendengar setia siaran langsung dari stasiun radio Sisul, he he he he he he&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;
Malam itu Sisul bukan lagi cerita tentang kegelisahan kesalahannya pada Santi, tapi dia cerita kelanjutan hubungan kedepannya dengan Shinta. Suatu kabar yang menggembirakan, dan saya pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Huuuaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Pagi ini kok ngantuk banget yaa&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Semalam habis begadang menemani Sisul, tapi ya tetap saja jadi pendengar setia siaran langsung dari stasiun radio Sisul, he he he he he he&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Malam itu Sisul bukan lagi cerita tentang kegelisahan kesalahannya pada Santi, tapi dia cerita kelanjutan hubungan kedepannya dengan Shinta. Suatu kabar yang menggembirakan, dan saya pun ikut senang ketika mendengar kabar itu. Bukan hanya senang karena Sisul sudah bisa bangkit dari rasa kebersalahan, ketidak semangatan, dan kegundahan yang selalu membayangi pikiran karena rasa berdosanya pada Santi.</p>
<p>Syukur alhamdulillah, akhirnya Sisul benar-benar mengambil keputusan yang sungguh luar biasa. Ya, sungguh luar biasa, karena saya juga belum bisa mengambil keputusan seperti apa yang dia putuskan. Akhirnya Sisul benar-benar bertekad segera mengakhiri masa lajangnya. Sisul akhirnya melamar Shinta.</p>
<p>Alhamdulillah&#8230;&#8230;&#8230;.. akhirnya kau tekadkan juga niatmu itu, Sul. Sebuah pujianku pada Sisul.</p>
<p>Makasih, kang. Itu juga berkat dorongan kakang yang selama ini selalu menasehatiku.</p>
<p>Tapi begini, kang&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Begini bagaimana maksudmu, Sul ?</p>
<p>Ya, dalam proses lamaran kemarin ada kesalahan teknis, kang.</p>
<p>Maksudmu kesalahan teknis bagaimana ? saya mencoba menggali penjelasan Sisul dari kesalahan teknis itu.</p>
<p>Ceritanya begini, kang.</p>
<p>Ketika lebaran kemarin semua keluargaku kan kumpul, kakak-kakakku juga ada semua diruangan itu. Dan ternyata mereka itu membincangkan soal masadepanku, yang maksudnya masadepan dalam berkeluarga. Mereka menanyakan soal calon pasangan hidupku, kapan aku akan membina keluarga.</p>
<p>Suatu ketika sengaja aku mengajak Shinta main kerumah, aku kenalkan dia kepada semua kakak-kakakku dan orang tuaku. Eeehhhhh&#8230;&#8230;.. ternya, kang. Keluargaku langsung jatuh hati pada Shinta, dan mereka langsung menyuruhku untuk segera meminangnya. Ya,&#8230;sepontan aku pun setuju-setuju saja dengan pendapat kakak dan orang tuaku, dan ketika Shinta ditanya pun dia juga setuju.</p>
<p>Akhirnya keluargaku pun menemui keluarga Shinta untuk <em>merembuk</em> kapan pernikahan dilaksanakan, istilahnya ya melamar gitu, kang. he he he he he&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ya, saya senang mendengar kabar ini, Sul. Terus bagaimana kelanjutannya, dan kapan kau akan menikah ?</p>
<p>Justru itu, kang. Ketika dirumah kakak dan orang tuaku sepakat jika pernikahan itu dilaksanakan 3 atau 5 bulan lagi. Tapi, kenyataannya tidak seperti itu. Sebenarnya masalah waktu, kedua orang tua Shinta sih ngikut saja, dari pihak keluarga Shinta mau menentukan kapan waktunya. Eh&#8230;&#8230;.. malah kakaku bilangnya sekitar 1 atau 2 bulan lagi, dan keluarga Shinta pun menyetujui dengan keputusan itu. Itu gimana coba, kang ? apa ndak bikin pusing&#8230;&#8230; ?</p>
<p>Hmmmm&#8230;&#8230;&#8230;. kok bisa kakaku itu mengambil keputusan seperti itu ? bukannya sudah disepakati waktunya 3 atau 5 bulan lagi ?</p>
<p>Justru itu, kang. Kakaku sih alasannya biar ndak terlalu kelamaan.</p>
<p>Ooooo&#8230;&#8230;.. gitu. Lalu kau sendiri bagaimana ? siap dengan keputusan kakakmu itu ?</p>
<p>Ya, sebenarnya aku sih belum begitu siap dengan waktu yang sedekat itu, kang. Tapi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Ya sudah&#8230;&#8230;.. keputusan itu belum harga mati, kan ? keputusan itu masih bisa dinego&#8230;. he he he he he&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ah, bisa aja, kang. Ya, keputusan itu masih bisa dibicarakan lagi dengan pihak keluarga Shinta. Semoga keluarga Shinta bisa mengerti aku.</p>
<p>Amin, semoga keputusan itu masih bisa dirubah&#8230;</p>
<p>Rencananya sih nanti malam, kang. Nanti malam keluargaku berencana akan kerumah Shanti lagi, meralat keputusan itu. he he he he he&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ya, semoga misimu berhasil, Sul&#8230;</p>
<p>Makasih, kang&#8230;</p>
<p>Tak tunggu kabar selanjutnya, Sul. Jangan bosan-bosan kau main kesini..</p>
<p>Iya, kang. Tapi aku juga minta maaf jika selama ini aku selalu mengganggu kenyamanan istirahat kakang.</p>
<p>Sudah, ndak usah dipikirkan. Kau mau main kesini aja aku sudah seneng, tapi lebih seneng lagi kalau kau kesini bawa <em>klethikan</em> dan kopi&#8230; he he he he he&#8230;&#8230; ndak, itu becanda Sul..</p>
<p>He he he he he&#8230;&#8230;&#8230;. bisa aja, kang.</p>
<p>Ya sudah, ya kang. Aku pamit pulang dulu, ndak enak nih dah malam. Assalamu&#8217;alaikum..</p>
<p>Ya, Wa&#8217;alaikum salam&#8230;.</p>
<p>Hmmmmm&#8230;&#8230;.. Sisul, Sisul&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. ada-ada aja kau ini&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/lamaran-itu-harus-diralat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah Santi baik-baik aja, Kang&#8230;..</title>
		<link>http://www.dariman.info/alhamdulillah-santi-baik-baik-aja-kang/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/alhamdulillah-santi-baik-baik-aja-kang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 03:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6884</guid>
		<description><![CDATA[Setelah pertemuan itu (dalam tulisan sebelumnya), Sisul jadi sering bolak-balik main kerumah. Biasanya dia tidak sesering ini main kerumah, tidak pasti setiap bulan sekali. Setiap kali dia main kerumah, selalu saja yang diobrolkan kegelisahan dan rasa bersalahnya pada Santi. Sore itu, Sisul menceritakan apa yang telah dia lakukan.
Kang&#8230;&#8230; Sisul memanggil Saya
Iya, gimana kabarmu&#8230;.?
Alhamdulillah baik, kang&#8230;
Ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah pertemuan itu<a href="http://www.dariman.info/diantara-dua-pilihan-santi-atau-shinta/" target="_blank"> (dalam tulisan sebelumnya)</a>, Sisul jadi sering bolak-balik main kerumah. Biasanya dia tidak sesering ini main kerumah, tidak pasti setiap bulan sekali. Setiap kali dia main kerumah, selalu saja yang diobrolkan kegelisahan dan rasa bersalahnya pada Santi. Sore itu, Sisul menceritakan apa yang telah dia lakukan.</p>
<p>Kang&#8230;&#8230; Sisul memanggil Saya</p>
<p>Iya, gimana kabarmu&#8230;.?</p>
<p>Alhamdulillah baik, kang&#8230;</p>
<p>Ya syukur lah&#8230;.</p>
<p>Oh, iya kang. Kemarin aku sudah ngomong terus terang pada Santi, dan sepertinya dia juga bisa mengerti. Semoga dia baik-baik saja ya, kang</p>
<p>Ya, syukur jika dia bisa mengerti, dan saya yakin jika Santi bisa mengerti, dia pasti akan baik-baik saja.</p>
<p>Tapi tetap saja, kang. Aku tetap merasa kasihan pada dia. Kira-kira Santi kecewa apa tidak ya, kang ?</p>
<p>Ya, yang namanya manusia ya wajar saja jika merasa kecewa. Jika sudah tidak punya rasa kecewa malah itu sudah tidak wajar lagi, he he he he he &#8230;&#8230;.</p>
<p>Ya, ndak begitu, kang.</p>
<p>Ndak begitu bagaimana ?</p>
<p>Aku masih merasa kasihan pada dia, aku takut jika dia tidak bisa menerima dan dia tersakiti, aku ndak mau dia sakit karena aku. Apa lagi jika sampai sakit terus menerus&#8230;</p>
<p>Ya ndak begitu lah, Sul&#8230; Saya yakin, jika Santi sudah bisa menerima, dia pasti lebih bisa menerima kenyataan daripada kamu. Nyatanya malah kamu sendiri yang tersakiti.</p>
<p>Maksudnya&#8230;..??? Sisul masih bingung dengan kata-kata saya itu</p>
<p>Ya, saya lihat malah kamu sendiri yang tersakiti. Nyatanya kamu belum bisa menerima kenyataan ini, kamu masih saja memikirkan dia, padahal ini adalah keputusan pilihanmu.</p>
<p>Iya, sih&#8230;&#8230;&#8230; Sisul termenung</p>
<p>Ya sudah, jika kamu sudah bisa merasakan itu. Sekarang masalahnya tinggal ada pada dirimu sendiri. Kamu bisa menerima kenyataan apa tidak.</p>
<p>Ya, berlahan aku coba, kang.</p>
<p>Sudah lah&#8230;&#8230;&#8230; ndak usah terlalu dipikirkan begitu dalam, nanti malah kamu sendiri yang setresss&#8230;&#8230;..he he he he he&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Berat, kang. Soalnya aku merasa bersalah sekali pada Santi, dia itu anaknya baik banget.</p>
<p>Ya, saya tau, Sul. Sebaik apa pun, pilihanmu kan sudah ditentukan pada Shinta, kau memilih Shinta, kan &#8230;. ?</p>
<p>Iya, kang&#8230;.</p>
<p>Ya sudah, jika pilihanmu itu sudah mantap, kenapa kamu malah menambah masalah sendiri&#8230;.</p>
<p>Iya sih&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Sudah, ndak usah terlalu dipikirkan. Yang namanya manusia kecewa itu wajar dan lumrah. Awalnya memang berat untuk menerima, tapi suatu saat pasti bisa menerima, walau pun harus melewati proses-proses yang begitu berat. Seperti dirimu itu.</p>
<p>Iya, kang&#8230;</p>
<p>Tapi Santi punya rasa dendam apa tidak ya, kang. Aku takut jika Santi menaruh dendam padaku.</p>
<p>Percaya saja, jika dia sudah bisa menerima kenyataan ini, perasaan dendam itu tidak mungkin ada dalam pikirannya. Itu juga tergantung kamu bisa mengkomunikasikan atau tidak. Jadi kamu ndak usah mengkhawatirkan itu.</p>
<p>Maksudnya mengkomunikasikan &#8230;&#8230;..?  Sisul belum juga maksud dengan kata-kata itu.</p>
<p>Ya, maksudnya&#8230;.. Bagaimana kamu mengutarakan keputusanmu itu. Bagaimana hati Santi tidak terlalu tersakiti ketika mendengar kata-kata keputusanmu itu, sehingga dia bisa menerima dan tidak begitu tersakiti.</p>
<p>Ooooohhh&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ya sudah, sekarang masalahnya tinggal pada dirimu sendiri. Kamu bisa apa tidak melewati proses ini ?</p>
<p>Ya, Aku coba, kang. Semoga aku bisa lebih tabah menerima kenyataan ini.</p>
<p>Weleh&#8230;&#8230;&#8230;. kaya anak ayam baru ditinggal induknya&#8230;. ha ha ha ha ha&#8230;&#8230;&#8230; ndak usah berlebihan gitu, biasa aja&#8230;&#8230;.</p>
<p>Iya, kang&#8230;..</p>
<p>Ya sudah, kang. Aku pulang dulu, coba nanti tak hubungi lagi si Santi. Semoga dia tidak apa-apa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/alhamdulillah-santi-baik-baik-aja-kang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diantara dua pilihan, Santi atau Shinta&#8230;?</title>
		<link>http://www.dariman.info/diantara-dua-pilihan-santi-atau-shinta/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/diantara-dua-pilihan-santi-atau-shinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 05:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6877</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari yang lalu Sisul datang kerumah, ya &#8230; mungkin dia pengin silaturami, halal bi halal, mengucapkan minal aidin wal faidzin dan sebagainya, atau dia malah pengin ngajak jalan-jalan adikku si bungsu. Maklum lah&#8230;. gaya anak muda&#8230; penuh tanda tanya ha ha ha ha ha ha&#8230;&#8230;&#8230;.
Setelah salam-salaman, tak luput si bungsu juga kena samberan tangannya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari yang lalu Sisul datang kerumah, ya &#8230; mungkin dia pengin silaturami, halal bi halal, mengucapkan minal aidin wal faidzin dan sebagainya, atau dia malah pengin ngajak jalan-jalan adikku si bungsu. Maklum lah&#8230;. gaya anak muda&#8230; penuh tanda tanya ha ha ha ha ha ha&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Setelah salam-salaman, tak luput si bungsu juga kena samberan tangannya. Hmmmm&#8230;&#8230;&#8230;. batinku mulai curiga nih &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Ealah&#8230;.. si bungsu malah tambah kecentilan juga melihat Sisul&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Tak tau kenapa Sisul malah langsung menarik tanganku keserambi belakang. </p>
<p>Weh weh weh&#8230;&#8230;&#8230;. Ada apa Sul, kok gugup gitu, kelihatannya serius bener nih. Ada masalah &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.???<br />
Ndak ada apa-apa, pokoknya sini dulu. Aku lagi stress nih&#8230;. butuh teman ngobrol&#8230;&#8230;</p>
<p>Ya sudah, ngobrol ya ngobrol aja ndak usah gugup gitu lah&#8230;.<br />
Sejenak ku coba menenangkan pikirannya, dan berlahan Sisul pun mulai tenang. Mulailah dia bercerita, bercerita apa yang sedang menyelimuti pikirannya. </p>
<p>Hmmmmm&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; rupanya lagi kasmaran, ha ha ha ha ha&#8230;&#8230; laku juga kau Sul. Ha ha ha ha ha&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Weh&#8230; ini serius, ndak main-main. Aku lagi stres nih mikir berkeluarga. Dua pilihan didepan muka. Disini ortu berharap aku segera nikah dengan si Shinta, disisi lain aku masih punya hubungan erat dengan si Santi. Tapi jujur, walau pun aku masih ada hubungan dengan Santi, tapi sebenarnya aku juga suka dengan Shinta.</p>
<p>Wah play boy juga kau ini&#8230;.. Sedikit ku menyindir Sisul, dia pun melanjutkan ceritanya.</p>
<p>Ortu merestui hubunganku dengan Shinta karena faktor posisi atau jarak, disamping itu juga faktor budaya. Mungkin jarak tidak begitu menjadi pertimbangan, tapi budaya. Ortu masih begitu erat sekali dengan kultur budaya.</p>
<p>Kebetulan, aku kan anak bungsu, kau juga tau sendiri kan &#8230;?<br />
Ya, Saya tau Sul&#8230;.<br />
Nah, begitu juga Santi. Dia juga anak bungsu.<br />
Lalu kenapa jika sama-sama anak bungsu ? tanyaku penuh penasaran.<br />
Ya, kata orang tua. Sama-sama anak bungsu itu ndak boleh <em>jejodohan</em>, dengan alasan ndak baik.<br />
Ndak baik bagaimana, Sul ? Terus kudesak alasan ndak baik itu.<br />
Ya, logikaku sih sederhana.<br />
Apa itu, Sul ? Semakin penasan ketika Sisul berbelit-belit menjawab rasa penasaranku itu.<br />
Ya, bisa dibayangkan. Jika sama-sama bungsu, nanti siapa yang ngurus orang tua. Kata orang tua, seorang anak bungsu itu jadi tumbak. Jadi anak bungsu itu berkewajiban <em>ngrumaih </em>(menjaga dan merawat orang tua).</p>
<p>Jadi seperti itu. Sekarang yang aku bingungkan gimana, disisi lain aku suka Shinta, yang memang ortu juga mengharap itu. Tapi,disisi lain aku tidak bisa mengambil keberanian memutuskan untuk menentukan pilihan. Aku suka Santi, tapi aku juga memikirkan harapan orang tua. Aku tidak berani mengatakan yang sejujurnya pada Santi, bahwa hubungan ini tidak bisa diteruskan. Aku ndak mau Santi sakit hati, aku ndak mau menyakiti hatinya.</p>
<p>Weh weh weh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; ya ndak bisa begitu, Sul&#8230;<br />
Lalu bagaimana ?<br />
Kau musti berani dan jujur pada Santi, kasihan dia. Kau harus mengambil keputusan, jangan sampai kau berlarut-larut menaruh harapan pada dia.<br />
Justru itu, itu yang bikin kepalaku mau pecah&#8230;<br />
Ha ha ha ha ha &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; sepontan aja saya ketawa ngakak mendengar ungkapan Sisul.<br />
Biasa aja lagiiiii&#8230;&#8230;&#8230; Gitu aja kok repot..!!!! </p>
<p>Gini aja, Sul. Jujur aja kau pada Santi, ngomong apa yang sebenarnya. Kau ndak usah takut dan terlalu khawatir, masalah pacaran putus hubungan itu hal yang wajar, ndak usah kaget. Soal putus memutus itu lumrah, namanya aja anak muda&#8230;..Ha ha ha ha ha ha&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Aku ndak bisa begitu.<br />
Lho, jika kau ndak berani mengambil keputusan itu. Sama saja kau menyakiti Santi terus menerus, katanya kau ndak mau menyakiti dia.</p>
<p>Iya sih, tapi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Ndak usah tapi-tapian, kau harus mengambil keputusan itu. Jika kau masih saja takut, ya di kawin aja dua-duanya, kan beres&#8230;. ha ha ha ha ha ha&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Hus, ngawur&#8230;&#8230;</p>
<p>Sejenak Sisul berfikir, melamun penuh keraguan dan kebimbangan. </p>
<p>Sudah, ndak usah terlalu dipikirkan. <em>&#8221; Nek wedi aja wani-wani, nek wani aja wedi-wedi &#8221; </em>, <em>&#8221; Berani berbuat berani bertanggung jawab &#8220;, &#8221; Berani bermain api, maka harus siap terbakar api &#8220;</em></p>
<p>Bukan begitu, aku takut kalau Sinta sakit hati.<br />
Itu sudah tentu pasti, Sul. Itu lumrah, dan kau harus berani memutuskan. Coba kau bicara baik-baik pada Sinta, saya yakin dia pasti bisa menerima. Walau pun awalnya memang susah untuk menerima kenyataan itu.</p>
<p>Begitu ya&#8230;&#8230;&#8230;. Tanya Sisul diambang keraguan<br />
Ya iya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/diantara-dua-pilihan-santi-atau-shinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kue coklat bertabur kacang jepang</title>
		<link>http://www.dariman.info/kue-coklat-bertabur-kacang-jepang/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/kue-coklat-bertabur-kacang-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 11:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6873</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, ketika tulisan ini dipublish. Baru saja ku lepaskan kata Selamat pada seorang sahabat, yang kebetulan sore ini dia sedang merayakan peringatan tanggal kelahirannya, di kantor dia kerja. Ya, walau pun kehadiranku spontan tanpa undangan, hanya kebetulan mampir aja.
Kulihat acaranya sih sederhana, tidak semewah ketika dia merayakan tasyakuran saat sunatan, dulu. Sebuah kue biasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, ketika tulisan ini dipublish. Baru saja ku lepaskan kata Selamat pada seorang sahabat, yang kebetulan sore ini dia sedang merayakan peringatan tanggal kelahirannya, di kantor dia kerja. Ya, walau pun kehadiranku spontan tanpa undangan, hanya kebetulan mampir aja.</p>
<p>Kulihat acaranya sih sederhana, tidak semewah ketika dia merayakan tasyakuran saat sunatan, dulu. Sebuah kue biasa yang berwarna coklat tua, dan sedikit polesan coklat kering bertabur kacang jepang yang segede-gede jengkol.</p>
<p>Merah putih bagai lambang negara tertancap diatas kue itu,  dengan bentuk angka-angka. 21, menyala diatas angka itu penuh kobaran semangat, mungkin semangat penuh juang. Semoga, nyala api itu bertanda kesemangatan hidup dalam menggapai cita-cita yang diimpikan.</p>
<p>Kue berwarna coklat tua berpoles coklat kering dan taburan kacang, menunjukan bahwa dia hidup di tanah yang subur nan makmur, penuh kecukupan tanpa kekurangan.</p>
<p>Semoga sahabatku paham memaknai apa yang tersaji dalam acara itu, dan tidak sebatas acara tiup lilin, potong  kue, dan menerima ucapan Selamat, atau angpau dari atasannya. Sebenarnya ada apa di tanggal itu, ada apa dengan acara itu, mengapa seperti itu, dan harus bagaimana&#8230;</p>
<p>Sekali lagi ku ucapkan Selamat untuk MU&#8230; <em>&#8221; Semoga Tuhan selalu melindungi diri MU &#8220;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/kue-coklat-bertabur-kacang-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lambaian tangan MU</title>
		<link>http://www.dariman.info/lambaian-tangan-mu/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/lambaian-tangan-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 03:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6870</guid>
		<description><![CDATA[Ku buka jendela mata
Ku putar balik seraya ingin lebih jelas
Dalam gambar jauh pandang disana
Sebatas frame pembatas pandang
Semakin kudekatkan mata ini
Fokus pandang semakin tak jelas
Semakin kujauhkan mata ini
Tiada kejelasan siapa dirimu
Siapa gerangan engkau disana
Membuatku semakin penasaran
Seakan membakar gelora dalam jiwa
Bidadarikah engkau disana ?
Ataukah setangkai bunga lesmana ?
Seolah kau melambaikan tangan
Seraya menyeret hati tuk menghampirimu
Tunggu, tunggulah aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ku buka jendela mata<br />
Ku putar balik seraya ingin lebih jelas<br />
Dalam gambar jauh pandang disana<br />
Sebatas frame pembatas pandang</p>
<p>Semakin kudekatkan mata ini<br />
Fokus pandang semakin tak jelas<br />
Semakin kujauhkan mata ini<br />
Tiada kejelasan siapa dirimu</p>
<p>Siapa gerangan engkau disana<br />
Membuatku semakin penasaran<br />
Seakan membakar gelora dalam jiwa</p>
<p>Bidadarikah engkau disana ?<br />
Ataukah setangkai bunga lesmana ?</p>
<p>Seolah kau melambaikan tangan<br />
Seraya menyeret hati tuk menghampirimu<br />
Tunggu, tunggulah aku disana<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/lambaian-tangan-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serpihan mimpi&#8230;..</title>
		<link>http://www.dariman.info/serpihan-mimpi/</link>
		<comments>http://www.dariman.info/serpihan-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 06:31:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dariman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alat]]></category>
		<category><![CDATA[Imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dariman.info/?p=6864</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-large wp-image-6865" title="DSC00110" src="http://www.dariman.info/wp-content/uploads/2009/09/DSC00110-1024x768.jpg" alt="DSC00110" width="550" height=" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dariman.info/serpihan-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
